Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever. Mahatma Gandhi

3 Kiat Menciptakan Lead Generation Untuk Start Up

Sebagian dari Anda mungkin bertanya-tanya: apa sesungguhnya peran lead generation bagi sebuah bisnis start up?  Secara sederhana,

lead generation adalah sebuah cara yang dipakai untuk menghasilkan konversi dari orang-orang yang datang ke situs. Konversi ini bisa berupa menghasilkan penjualan, mendapatkan alamat e-mail customer, dan lain sebagainya.

Ini penting, sebab  selain konten yang berkualitas, lead generation juga menjadi “roda penggerak” sebuahbisnis start up.

Tujuannya, tidak lain untuk menarik perhatian orang/pengunjung situs sehingga mengenal atau sekadar mengetahui bisnis Anda. Tanpa lead generation, tidak akan ada sales funnel, pembeli potensial, atau yang paling buruk: pemasukan.
Nah, bagi Anda yang sudah memahami lead generation, berikut adalah beberapa cara untuk
membangun lead generation yang berkualitas.

1. CTA (CALL TO ACTION)

Jangan pernah berasumsi, pengunjung situs tahu cara yang harus dilakukan untuk
menemukan bisnis Anda. Ada banyak cara yang bisa dicoba, seperti membangun konten
yang berkualitas, informatif, dan tentunya: menyediakan tombol CTA (Call to Action)
sebagai pemandu. Melalui CTA, Anda sendiri dapat meningkatkan pengalaman pengunjung
(customer experience) pada produk, membantu mereka untuk mengambil keputusan
yang sesuai, hingga memfasilitasi mereka untuk mendapatkan jawaban dari semua
pertanyaan terkait produk.
Adapun navigasinya harus dibuat sesederhana mungkin. Tujuannya, adalah untuk
“mengikat” pengunjung sesering mungkin, sehingga dapat memperpanjang lamanya waktu
berselancar di situs Anda.

 2. A/B TESTING 

A/B testing, dapat dipahami sebagai salah satu metode untuk “menguji” dan
membandingkan hasil yang diperoleh dari dua varian berbeda. Ini memungkinkan Anda
mengetahui, landing page mana yang mampu bekerja dengan baik. Pada akhirnya,
pengetahuan tentang A/B testing dapat membantu Anda untuk mengambil keputusan-
keputusan yang lebih baik terkait penjualan.
Adapun pastikan Anda hanya melakukan tes pada satu variabel di satu waktu. Terlalu
banyak melakukan tes hanya akan memunculkan banyak perubahan, sehingga kesimpulan
yang Anda dapatkan tidak terlalu valid.

3. LANDING PAGE YANG JELAS

Landing page merupakan laman dalam situs yang pertama kali dilihat dan dikunjungi oleh
visitor. Tidak heran, jika dalam banyak kasus: tampilan atau fitur dalam landing page amat
krusial dalam memengaruhi keputusan visitor untuk “kembali lagi” ke situs Anda, atau
justru melakukan pembelian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *